Etika Diskusi


Etika Diskusi
Diskusi merupakan upaya tukar pendapat yang dilakukan oleh kedua belah pihak secara sinergis, tanpa adanya suasana yang mengharuskan lahirnya permusuhan di antara keduanya.
15 Etika Berdiskusi :

1.      Niat
Hendaklah  tidak mempunyai maksud untuk menunjukkan kepandaian dan keluasan wawasannya dalam setiap perbincangan, atau mengangkat dirinya atas orang lain dengan meremehkan lawan bicara, atau membanggakan diri untuk mendapatkan sanjungan.
2.      Situasi yang Kondusif
Situasi yang melingkupi kita menyangkut tiga macam, yaitu tempat, waktu, dan manusianya.
3.       Ilmu
Janganlah memperbincangkan suatu tema yang kita sendiri tidak mengerti dengan baik dan janganlah kita membela suatu pemikiran, jika kita tidak yakin dengan pemikiran tersebut.
4.      Jangan Mendominasi Pembicaraan
Pelaku diskusi atau pembicara secaara umum, tidak boleh mendominasi pembicaraan, yakni tidak memberikan kepada pihak lain peluang berbicara. Tetapi cegahlah ia berbicara yang bertele-tele, sehingga keluar dari konteksnya.
5.      Mendengarkan dengan Baik
Pembicara yang baik adalah pendengar yang baik, karenanya jadilah pendengar yang baik. Janganlah engkau memotong pembicaraan orang lain
6.      Perhatikan Diri Sendiri
Perhatikanlah diri kita sendiri: apakah kita merasa lebih berilmu? Apakah ‘perasaan lebih’ itu tampak pada raut muka, tutur kata, atau gerakan tanganmu? Jika kita merasakannya, ubahlah segera gaya bahasa itu. Jika merasa ada yang salah, segeralah minta maaf.
7.      Kejelasan
Suatu isyarat yang tepat bisa lebih berguna dari uraian dan penjelasan panjang lebar. Tindakan ini sekaligus berguna untuk mengoreksi kesalahan yang diperbuat orang lain tanpa membuat mereka tersinggung.
8.      Penggunaan Ilustrasi
Pelaku diskusi yang cerdik adalah mereka yang pandai membuat ilustrasi guna melengkapi dan memperjelas setiap uraian pembicaraannya
9.      Memperhatikan Titik-Titik Persamaan
Ketika seorang berbicara, hendaklah ia memulai pembicaraan dengan mengungkap titik-titik persamaan yang ada. Hal-hal yang asiomatik.
10.  Saya Tidak Tahu
Apabila lawan diskusimu mengemukakan sesuatu pembicaraan yang engkau tidak memahaminya, janganlah engkau malu untuk bertanya dan meminta penjelasan.
11.  Tidak Fanatik dan Mengakui Kesalahan
Berpijaklah di atas kebenaran di manapun kebenaran itu berada. Mengakui kesalahan –setelah tidak mengakuinya di awal pembicaraan- dapat menarik simpati dan penghargaan dari lawan bicara. Berbeda halnya jika bergeming dengan kesalahannya, hal ini bisa menghilangkan rasa hormat dari orang lain, juga dari dirinya sendiri.
12.  Jujur dan Kembali ke Sumber Rujukan
Hormatilah kebenaran. Jadilah orang yang jujur ketika menyampaikannya. Janganlah kita  memotong ungkapan, sehingga mengubah konteksnya atau mencabut dari relevansinya dengan memberikan penafsiran sesuai dengan keinginan kita sendiri.
13.  Menyerang dan Mematahkan
Metode menyerang dalam berdiskusi, meskipun dengan argumentasi yang kuat dan dalil yang nyata, dapat menimbulkan kebencian bagi orang lain. Maka  bersikap lemah lembut, lawan bicara akan merasa puas dengan pendapat kita, cepat atau lambat.
14.  Jangan Marah
Jika lawan bicaramu tidak setuju dengan pendapat kita, jangan terburu marah. Janganlah coba memaksakan semua orang untuk mengiyakan apa yang kita anggap benar.
15.  Jangan Keraskan Suaramu
Orang yang tengah berdialog sebaiknya tidak mengeraskan suaranya lebih dari yang dibutuhkan oleh pendengar, karena suaraa yang keras itu jelek dan menyakitkan.

0 Response to "Etika Diskusi"

Posting Komentar

wdcfawqafwef