Perang pemikiran dan Media Mainstream


Perang pemikiran dan Media Mainstream adalah lancaran serangan yang dipakai untuk menghancurkan umat Islam. Dari dekade demi dekade, Perang pemikiran antara para penyeru kebenaran dan penyeru kebathilan terus saja terjadi. Perang pemikiran ini tidak lagi seperti perang secara fisik, Tapi lebih pada psikis atau fikiran yang diserang. Korbannya pun tidak lagi ditentukan dengan berapa korban jiwa yang Melayang, tetapi ditentukan dengan berapa banyak pendukung kebathilan, aktivisnya adalah para SEPILIS(sekuler,Pluralis,Liberalis) dan lainnnya.
Propaganda-propaganda yang mereka tanam cukup sukses dalam menghancurkan umat islam. Mari kita tilik pada Negara kita yaitu Indonesia, Pada zaman sebelum Indonesia secara resmi diproklamirkan. Indonesia sempat mengalami dua masa sidang yang menentukan arah kemana Indonesia akan melangkah yakni Negara islam atau Negara Demokratis seperti saat ini. Sidang tersebut ialah sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan sidang BPUPKI(Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Pada Sidang BPUKI, telah menghasilkan keputusan yang dikenal dengan Piagam Jakarta.
Keputusan awal ini membuat kalangan umat islam merasa tentram karena sudah dapat dipastikan bahwa Negara ini akan mengarah pada Negara islam. Namun, karena adanya ancaman dari Pihak minoritas (non-muslim) bagian timur yang ingin memisahkan diri dari NKRI kemudian pada tahap sidang PPKI keputusan yang telah dibuat pada sidang BPUPKI pun dibatalakan. Akibatnya umat islam harus menerima pukulan yang cukup menyakitkan karena sidang yang kedua ini.
 Padahal sebuah penelitian membuktikan bahwa isu Indonesia bagian timur akan memisahkan diri itu tidak terbukti adanya. Umat Islam di Indonesia telah terinfeksi Virus yang disebarkan para kaum sekuler. Tak hanya melalui pemikiran-pemikiran mereka saja, yang paling berbahaya dari perang melawan para penyeru kebathilan ini ialah Peran media massa mereka. Media massa ini pengaruhnya sangat besar sekali, karena di era modern ini hampir seluruh manusia menggunakan media sosial,mulai dari untuk menghibur diri sampai pada mencari nafkah.
Umat Islam telah digiring oleh opini publik yang dilakukan media mainstream yang dikuasai para sekuler, maka tidaklah heran jika umat islam selalu disudutkan dengan hal-hal negatif dalam setiap pemberitaannnya. Misalkan saja ketika para kaum liberal yang melakukan demo di Bundaran HI yang menolak adanya Ormas anarkis,mereka yang hanya beranggotakan banci,para pemabok,para preman, penjagaannya begitu ketat, bahkan personil keamanan yang menjaga lebih banyak dari pendemo, tapi apa kata media. Kata media Indonesia menolak adanya FPI.
Sedangkan pada kesempatan yang lain adanya demo besar-besaran dari umat islam menolak adanya Liberal, dan yang berdemo ribuan orang tapi media memberitakan bahwa yang berdemo hanya dua ratusan orang, wartawan yang meliputpun bisa dihitung dengan jari, personil keamanan yang mengawal pun hanya sedikit, Tapi apa kata media, Kata media yang demo hanya berjumlah 200 an saja. Tidak hanya itu, Islam saat ini telah di cap sebagai agama teroris. Kejadian September 2001, yakni terjadinya BOM di WTC dan Pentagon telah membuat Islam benar-benar mendapat Fitnah yang begitu kejamnya, islam dikambing hitamkan. Ini salah satu faktor yang membuat popular adalah pemberitaan yang dilakukan Oleh stasiun-stasiun Tv,media cetak, media elektronik yang tak henti-hentinya memberitakan.
Akibatnya banyak Negara-negara islam di cap sebagai sarang teroris, Indonesia pun masuk dalam daftar Negara yang menjadi sarang teroris. Inilah salah satu bukti contoh bahwa umat Islam selalu menjadi sasaran mereka. Bahwa yang namanya penyeru kebatilan dan penyeru kebenaran selalu bertentangan. Sehingga benarlah bahwa dalam QS Al-Baqarah : 120 dikatakan bahwa : “Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan senang kepadamu hingga kamu mengikuti agama mereka.”
Al-Quran dan As-Sunnah adalah dua pegangan yang harus dijadikan rujukan oleh setiap muslim,kapanpun dan dimanapun.
 Keduanya adalah pusaka yang ditinggalkan oleh Rasulullah agar umat ini selalu berpagang teguh pada yang dua pusaka ini. Dua pusaka ini telah banyak merekam banyak sejarah dari masa ke masa. Oleh karena islam disebarluaskan dengan ilmu, dan islam itu sendiri mensyaratkan adanya pemahaman sebgai landasan bagi iman yang benar, maka sudah seharusnya umat islam menjadi umat yang paling siap untuk terjun dalam pertukaran argumen dan retorika. Kita perlu merenungkan kondisi masa kini. Pada setiap Genderang perang dilancarkan, umat islam selalu terpojok atau diserang dari segala arah. Seperti media Tv, Internet, semuanya membombardir umat islam dengan informasi-informasi yang menyesatkan, dan kita dituntut untuk memberikan jawaban tuduhan-tuduhan itu. Tiba saatnya bagi kita untuk menyebarluaskan pemikiran-pemikiran islam ini keseluruh penjuru dunia, sehingga seruan dakwah didengar oleh setiap telinga.

Mr. X

0 Response to "Perang pemikiran dan Media Mainstream"

Posting Komentar

wdcfawqafwef